Winter is Over, Hati-hati Batu Bara!

15 Mar 2021 - 14:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara dunia melesat sepanjang pekan ini. Relaksasi impor batu bara di China mendorong harga si batu hitam bergerak ke utara. Namun apakah bertahan lama?

Pada minggu ini, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) melonjak 5,28% secara point-to-point. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini meroket lebih dari 7%.

Pada akhir tahun lalu, China melonggarkan impor batu bara untuk mencukupi kebutuhan pembangkit listrik nasional. Bukan apa-apa, permintaan listrik memang biasanya naik pada musim dingin (terutama untuk penghangat ruangan).

Kebijakan ini menjadi penting karena China adalah negara konsumen batu bara terbesar dunia. Pada 2019, konsumsi batu bara di Negeri Tirai Bambu mencapai 4,36 miliar ton. Sebagai perbandingan, konsumsi batu bara Amerika Serikat (AS) di peringkat kedua 'hanya' 924,44 juta ton.

Kebijakan relaksasi membuat impor batu bara China melesat. Pada Januari 2021, Refinitiv mencatat impor batu bara China mencapai 23,48 juta ton, tertinggi sejak Juni 2020.

Namun kini musim dingin mulai berlalu, winter is over. Marcin Gorski, Analis Cuaca Refinitiv, memperkirakan kondisi hangat akan mendominasi dataran China dalam 10-14 ke depan. Suhu udara diperkirakan 5-10 derajat celcius di atas normal di wilayah utara China.

Akibatnya, impor batu bara China mulai berkurang seiring penurunan kebutuhan penghangat ruangan karena cuaca yang mulai bersahabat. Pada Februari 2021, impor China tercatat 19,62 juta ton dan Maret 2021 hingga akhir pekan ini ada di 14,82 juta ton.

Cuaca yang menghangat juga terjadi di negara konsumen batu bara utama. Di India, suhu udara diperkirakan 2-4 derajat celcius di atas normal. Sementara di Korea Selatan dan Jepang, suhu udara diperkirakan 2-4 derajat celcius di atas normal, bahkan dala kondisi tertentu bisa 4-8 derajat celcius di atas normal selama 6-10 hari ke depan.

So, ada kemungkinan harga batu bara bakal terkoreksi seiring permintaan yang mulai terbatas. Indonesia patut waspada karena batu bara adalah salah satu komoditas ekspor utama.

TIM RISET CNBC INDONESIA