Sah! Harga Batu Bara Tembus US$ 70/Ton

01 Dec 2020 - 09:35

Jakarta - Harga kontrak futures batu bara termal Newcastle akhirnya sah menyentuh level US$ 70/ton usai menguat 0,86% hingga penutupan perdagangan kemarin, Kamis (26/11/2020).

Kini harga batu legam ini tercatat berada di level tertinggi dalam delapan bulan terakhir atau tepatnya sejak 30 Maret 2020. Secara month to date kontrak yang aktif diperdagangkan ini telah melesat 18,14%.

Melansir Reuters, China mengatakan impor batu bara dari Australia gagal memenuhi standard lingkungan yang ditetapkan menurut Kementerian Luar Negeri China sehingga puluhan pengiriman tertahan di pelabuhan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kebiasaan orang China melakukan penilaian pemantauan risiko terhadap keamanan dan kualitas batu bara impor, dan kami menemukan banyak batu bara impor gagal memenuhi standar lingkungan," kata juru bicara kementerian Zhao Lijian.

Data bea cukai menunjukkan impor batu bara kokas China dari Australia merosot pada bulan Oktober menjadi 1,53 juta ton, atau sekitar 26% dari total impor bahan bakar, pangsa pasar impor merosot dibandingkan dengan 30% pada September dan 78% pada Maret lalu  yang merupakan level tertinggi setidaknya sejak 2018.

Berbeda dengan Australia yang ekspor batu baranya ke China bermasalah, Indonesia justru kedatangan berkah. China akan membeli batu bara termal senilai US$ 1,467 miliar dari Indonesia tahun depan kata Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Kesepakatan perdagangan tersebut ditandatangani antara APBI dan China Coal Transportation and Distribution pada hari Rabu. Alhasil kenaikan harga batu bara yang signifikan sepanjang bulan ini plus kabar baik dari China membuat saham-saham batu bara domestik melesat hari ini.

Harga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melesat 2,83%. Kemudian ada juga saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang naik 3,31%. Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) yang naik 3,03% dan emiten pertambangan pelat merah yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik 2,54%.

Sumber : CNBC INDONESIA