Harga batubara melesat, ini rekomendasi saham yang masih terjangkau untuk dikoleksi

17 Mar 2021 - 13:20

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga batubara global kembali menguat. Melansir Bloomberg, harga batubara untuk kontrak pengiriman April 2021 di ICE Newcastle ditutup di level US$ 87,95 per ton pada Selasa (16/3). 

Jika dibandingkan dengan harga batubara di akhir Februari lalu, maka harganya sudah naik 7,98%. Mengingat pada Jumat (26/1), harga batubara berada di level US$ 81,45 per ton.  

Pergerakan batubara di tahun ini pun diprediksi akan lebih stabil dibanding tahun 2020 silam. 
"Hal ini seiring dengan ekspektasi pemulihan ekonomi serta konsumsi batubara di China dan Asia Timur yang sudah membaik," kata Analis Samuel Sekuritas Dessy Lapagu saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (16/3). 

Permintaan yang meningkat di tahun ini memang menjadi salah satu penopang penguatan harga komoditas energi ini. Analis CSA Research Inistitute Reza Priyambada memperkirakan, ke depan permintaan batubara masih akan meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi. Terlebih batubara banyak digunakan sebagai bahan energi penggerak pabrik dan juga pembangkit listrik. 

Menurut dia, jika belum ada energi terbarukan yang bisa digunakan dan diberdayakan secara lebih efisien dan efektif, maka penggunaan batubara untuk sumber energi masih akan dibutuhkan.  

"Dengan begitu, hal ini dapat mengangkat posisi tawar komoditas tersebut," jelas Reza. 

Dia pun menilai, saham-saham batubara yang masih terjangkau untuk dibeli adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).  

Per Selasa (16/3), price earning ratio (PER) PTRO adalah sebesar 7,14 kali, PTBA 13,08 kali, ADRO 18,84 kali, ITMG 24,10 kali, dan HRUM 27,07 kali. 

Sementara, Dessy merekomendasikan beli untuk ADRO dengan target harga Rp 1.530 per saham. Pada perdagangan Selasa (16/3), ADRO turun 1,21% ke Rp 1.220 per saham. 

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari