Cakupan Wilayah Luas, Bakamla Zona Maritim Timur Ingin Tambah SPKKL

05 Dec 2020 - 12:12

Bakamla Zona Maritim Timur hingga kini masih kekurangan Stasiun Pemantau dan Keselamatan Laut (SPKKL). Wilayah operasi Bakamla Zona Maritim Timur mencakup lima provinsi, yakni Maluku, Maluku Utara (Malut), NTT, Papua dan Papua Barat.

Direktur Latihan Bakamla RI Zona Maritim Timur Laksamana Pertama, Sandy M Latif mengatakan, pihaknya ingin ada penambahan SPKKL. Nantinya SPKKL akan ditempatkan di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara dan juga di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya.

"Wilayah itu merupakan area terluar Maluku," katanya Jumat (27/11/2020).

Laksamana Pertama Sandy menyampaikan hal itu usai memantau pelatihan perbantuan Search And Rescue (SAR) yang dipusatkan di perairan Teluk Baguala, Kota Ambon, Maluku. Menurutnya, SPKKL yang ada sekarang hanya di Ambon, Tual, Kupang, Merauke, dan Jayapura.

"Penambahan stasiun itu merupakan kewenangan Pusat," katanya.

Dia mengungkapkan Bakamla Zona Maritim Timur yang berpusat di Ambon juga masih kekurangan personel. Seharusnya Bakamla Ambon memiliki 34 personel seperti di Bakamla Zona Tengah dan Zona Barat.

"Namun yang ada sekarang ini hanya tujuh orang," katanya.

Selain itu, Bakamla Ambon memiliki dua kapal yakni KN Kuda Laut dan KN Ular laut, di samping beberapa peralatan bantuan. Peralatan untuk satu Bakamla Zona Maritim Timur di Ambon belum maksimal, terutama untuk alat-alat komunikasi.

Disinggung terkait kegiatan Bakamla di era pandemi Covid-19, dia mengatakan pihaknya mengikuti protokol yang ada. Dj samping membuat panduan di kapal bagi para anggota.

Dia menambahkan, Bakamla Ambon juga melakukan kerja sama dengan Pemda Maluku dengan melaksanakan penyemprotan di beberapa wilayah di Kota Ambon termasuk Kota Tual. Bakamla Ambon juga sempat membagi masker bagi para nelayan di Dusun Seri, Desa Urimesing, Kecamatan Nusaniwe dan juga warga di Desa Halong terutama di kawasan Halong atas.

 

Source : iNews